Minggu, 02 September 2018

AMAL RAHASIA DAN TEMAN SETIA YANG MENUNTUN HUSNUL KHATIMAH

AMAL RAHASIA DAN TEMAN SETIA YANG MENUNTUN HUSNUL KHATIMAH

Seseorang di Saudi, memiliki tetangga yang tak pernah shalat dan puasa. Suatu hari dia bermimpi kedatangan seorang lelaki.

Dalam mimpinya itu, lelaki tadi memintanya agar mengajak tetangganya yang tak pernah shalat dan puasa itu untuk Umrah.

Ia dikejutkan oleh mimpinya namun ia tak hiraukan. Anehnya mimpi yang sama terulang lagi. Akhirnya ia mendatangi seorang Syaikh untuk bertanya tentang mimpi tersebut. Syaikh mengatakan bagwa jika mimpi terulang lagi, ia mesti merealisasikan mimpinya itu.

Dan benar saja, ia bermimpi lagi. Lantas ia mengunjungi tetangganya itu untuk menawarkannya umrah bersamanya.

“Ayo umrah bersama kami.”

“Bagaimana aku akan umrah sementara aku tak pernah shalat.”

“Tenang saja. Aku akan mengajarkanmu shalat.”

Ia pun mengajarkannya, kemudian lelaki itu mengerjakan shalat.

“Baik, aku sudah siap. Mari berangkat. Tapi, bagaimana aku umrah sementara aku tak tahu caranya.”

“Nanti di mobil kuajari.”

Keduanya dengan  senang hati berangkat untuk umrah dengan menggunakan mobil. Setelah tiba, mereka melakukan semua tuntunan yang disyari'atkan.

Selesailah prosesi Umrah. Keduanya bersiap kembali pulang.

“Sebelum kita pulang, adakah engkau ingin melakukan sebuah amal yang engkau anggap penting?!” Tanyanya kepada tetangganya.

“Iya. Aku ingin shalat dua raka'at di belakang Maqam Ibrahim as.”

Sang tetangga pun shalat, dan terjadilah hal yang menakjubkan. Ia meninggal dalam keadaan bersujud.

Lelaki yang membawanya kaget dan tersentak. Bagaimana mungkin lelaki yang hadir dalam mimpinya dan diajak umrah meninggal seolah-olah dia adalah wasilah kematiannya.

Akhirnya, jenazah dibawa pulang ke rumah istrinya. Ia bertanya dalam hati, bagaimana mungkin lelaki yang tak pernah shalat dan puasa meninggal saat umrah dalam keadaan sujud, husnul khatimah?! Ia berpikir pastilah ada amal spesial dan rahasia yang dilakukannya.

Kepada istri lelaki tadi, ia bertanya tentang ini.

“Kami memiliki tetangga seorang wanita tua renta. Suamiku begitu menyayanginya. Suamiku selalu membuat sendiri sarapan, makan siang dan makan malam, lalu mengantarkannya kepada wanita tua itu. Wanita itu kerapkali mendo'akan husnul khatimah untuk suamiku,” ujar sang Istri.

***

Kisah di atas kami terjemahkan dari akun seorang Ikhwan Mesir.

Kami teringat nasihat Syaikh Rajihi di kelas:

“Usahakan ya ikhwan,” kata Syaikh, “Kalian mesti memiliki amal rahasia yang hanya Allah Swt dan engkau saja yang tahu. Ini akan membantu kalian mengarungi dunia dan negeri akhirat.”

“Sungguh,” tutur Syaikh, “Banyaklah berteman dengan orang-orang shalih."

Renungan

Dalam kisah di atas, lelaki beruntung itu memiliki dua orang tetangga; yang satu nenek renta yg menjadi ladang amal rahasianya; dan yg lain tetangganya yg shaleh dengan siapa ia se-hari2 bergaul, yg menjadi wasilah baginya meraih husnul khatimah. Tapi ada satu hal lagi, yaitu do'a husnul khatimah yang selalu dipanjatkan sang nenek tua itu.

Ketulusan lelaki itu dalam memberi makan sang nenek setiap pagi, siang dan malam berpadu dengan ketulusan do'a sang nenek tetangganya itu, menemukan wasilah seorang teman setia tetangganya yang shalih dengan siapa ia sehari-hari bergaul. Tanpa teman setia dan tetangganya itu, tidak ada wasilah yg mengantarkannya meraih husnul khatimah.

Beruntungnya lelaki itu, ia berteman setia dengan tetangga shalih yang ternyata kemudian menuntunnya ke Surga.

Lihatlah rintihan penghuni Neraka yg menyesal karena salah memilih teman:

"Kecelakaan besarlah bagiku; kiranya aku (dulu) tidak menjadikan si Fulan itu teman akrab(ku)."

"Sesungguhnya dia telah menyesatkan aku dari al- Quran ketika al-Quran itu telah datang kepadaku. Dan adalah syaitan itu tidak mau menolong manusia."
(QS. al-Furqan: 28-29).

Hati-hatilah memilih teman setia, karena seorang teman setia bisa menuntunmu ke Surga atau sebaliknya menyeretmu ke Neraka. Itu baru seorang teman setia. Bagaimana bila teman setia itu banyak?!

أَللّٰهُمَّ اخْتِمْ لَنَا بِحُسْنِ الْخَا تِمَةِ وَلَا تَخْتِمْ عَلَيْنَا بِسُوْءِ الْخَا تِمَةِ

Allaahummakhtimlanaa bihusnil khaatimah walaa takhtim 'alainaa bisuuil khaatimah

"Ya Allah, akhirilah hidup kami dengan husnul khatimah dan janganlah engkau akhiri hidup kami dengan su'ul khatimah".

Ya Rabbi, Zat Yang Menjadi Sebab Segala Sebab dan Maha Kuasa Membolak-balik semua hati, kami bersyukur memiliki banyak teman yang selalu saling mengingatkan. Jadikanlah mereka semua sebagai wasilah untuk meniti jalan-Mu menuju husnul khaatimah.

امين يارب العالمين

Tidak ada komentar:

Posting Komentar